Makna Keterampilan Abad 21
Perubahan pendidikan dan mindset para guru harus didasarkan pada kecakapan/ketrampilan apa saja yang nantinya dibutuhkan oleh para siswa di abad 21 ini untuk dapat mencapai partisipasi penuh di masyarakat. Persoalan kecakapan abad 21 menjadi perhatian pemerhati dan praktisi pendidikan. The North
Central Regional Education Laboratory (NCREL) dan The Metiri Grup (2003) mengidentifikasi kerangka kerja untuk keterampilan abad 21 yang dibagi menjadi empat kategori: kemahiran era digital, berpikir inventif, komunikasi yang efektif, dan produktivitas yang tinggi.
Dalam kerangka kompetensi abad 21 menunjukkan bahwa berpengetahuan (melalui core subject) saja tidak cukup, harus dilengkapi dengan; (1) kemampuan kreatif-kritis, (2) berkarakter kuat, (3) didukung dengan kemampuan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (Dadan, 2012).
(2) melakukan komunikasi efektif;
komunikasi yang baik dan efektif merupakan salah satu keterampilan siswa pada abad ke 2.
(3) berpikir kritis,
salah satu ciri siswa yang cerdas adalah siswa yang mampu berfikir secara kritis, tidak mudah menerima pemikiran orang lain.
(4) memecahkan masalah,
siswa yang intelek sebaiknya mampu memecahkan segala masalah yang ia hadapi
(5) berkolaborasi.
siswa pada abad 21 harus mampu berkolaborasi.
Salah satu cara yang ditempuh adalah melalui peningkatan mutu pendidikan. Saat ini pemerintah berusaha meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan kurikulum 2013. Dalam Pedoman Pengembangan Kurikulum 2013 disebutkan bahwa pembelajaran IPA di tingkat SMP dilaksanakan dengan berbasis keterpaduan. Pembelajaran IPA di SMP dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu yang berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pembangunan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan alam dan sosial dikembangkan dalam pembelajaran IPA. Integrative science mempunyai makna memadukan berbagai aspek yaitu domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dengan penerapan integrative science pada pembelajaran IPA.
Tujuan Pensdidikan Nasional Abad 21
tujuan pendidikan nasional dapat dirumuskan sebagai berikut ini �Pendidikan Nasional abad 21 bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu masyarakat bangsa Indonesia yang sejahtera dan bahagia, dengan kedudukan yang terhormat dan setara dengan bangsa lain dalam dunia global, melalui pembentukan masyarakat yang terdiri dari sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu pribadi yang mandiri, berkemauan dan berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita bangsanya.� Terwujudnya kesejahteraan spiritual atau kebahagiaan dalam kehidupan suatu masyarakat tercerminan dalam bentuk kehidupan bermasyarakat yang nyaman, mulai dari lingkungan rumah tangga sampai ke lingkungan antara bangsa dengan saling dihormati dan menghormati. Ini semua hanya akan tercapai, bila masing-masing anggota masyarakat berpegang pada nilai-nilai luhur yang tercermin dalam sikap dan perbuatan, yang antara lain saling menghormati dan saling menghargai, memiliki rasa kebersamaan, empati, dan sebagainya (BNSP, 2010: 30). Dalam abad ini masing-masing ilmu tidak lagi harus bekerja sendiri, melainkan berbagai cabang ilmu dapat bekerja sama, bukan hanya dalam sesama kelompok sains, teknologi, atau sains sosial dan humaniora saja, melainkan dalam banyak hal antara beberapa kelompok. Kata kunci dalam pendidikan ini adalah kemandirian.
Perubahan pendidikan dan mindset para guru harus didasarkan pada kecakapan/ketrampilan apa saja yang nantinya dibutuhkan oleh para siswa di abad 21 ini untuk dapat mencapai partisipasi penuh di masyarakat. Persoalan kecakapan abad 21 menjadi perhatian pemerhati dan praktisi pendidikan. The North
Central Regional Education Laboratory (NCREL) dan The Metiri Grup (2003) mengidentifikasi kerangka kerja untuk keterampilan abad 21 yang dibagi menjadi empat kategori: kemahiran era digital, berpikir inventif, komunikasi yang efektif, dan produktivitas yang tinggi.
Dalam kerangka kompetensi abad 21 menunjukkan bahwa berpengetahuan (melalui core subject) saja tidak cukup, harus dilengkapi dengan; (1) kemampuan kreatif-kritis, (2) berkarakter kuat, (3) didukung dengan kemampuan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (Dadan, 2012).
Sumber daya manusia yang berkualitas, dihasilkan oleh
pendidikan yang berkualitas dapat menjadi kekuatan utama untuk mengatasi
masalah-masalah yang dihadapi. Ini dikarenakan Pendidikan memegang peranan
sangat penting dan strategis dalam membangun masyarakat berpengetahuan yang
memiliki keterampilan:
(1) melek teknologi dan media;
Seorang siswa hendaknya tidak gagap dalam teknologi.(1) melek teknologi dan media;
(2) melakukan komunikasi efektif;
komunikasi yang baik dan efektif merupakan salah satu keterampilan siswa pada abad ke 2.
(3) berpikir kritis,
salah satu ciri siswa yang cerdas adalah siswa yang mampu berfikir secara kritis, tidak mudah menerima pemikiran orang lain.
(4) memecahkan masalah,
siswa yang intelek sebaiknya mampu memecahkan segala masalah yang ia hadapi
(5) berkolaborasi.
siswa pada abad 21 harus mampu berkolaborasi.
Salah satu cara yang ditempuh adalah melalui peningkatan mutu pendidikan. Saat ini pemerintah berusaha meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan kurikulum 2013. Dalam Pedoman Pengembangan Kurikulum 2013 disebutkan bahwa pembelajaran IPA di tingkat SMP dilaksanakan dengan berbasis keterpaduan. Pembelajaran IPA di SMP dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu yang berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pembangunan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan alam dan sosial dikembangkan dalam pembelajaran IPA. Integrative science mempunyai makna memadukan berbagai aspek yaitu domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dengan penerapan integrative science pada pembelajaran IPA.
Tujuan Pensdidikan Nasional Abad 21
tujuan pendidikan nasional dapat dirumuskan sebagai berikut ini �Pendidikan Nasional abad 21 bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu masyarakat bangsa Indonesia yang sejahtera dan bahagia, dengan kedudukan yang terhormat dan setara dengan bangsa lain dalam dunia global, melalui pembentukan masyarakat yang terdiri dari sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu pribadi yang mandiri, berkemauan dan berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita bangsanya.� Terwujudnya kesejahteraan spiritual atau kebahagiaan dalam kehidupan suatu masyarakat tercerminan dalam bentuk kehidupan bermasyarakat yang nyaman, mulai dari lingkungan rumah tangga sampai ke lingkungan antara bangsa dengan saling dihormati dan menghormati. Ini semua hanya akan tercapai, bila masing-masing anggota masyarakat berpegang pada nilai-nilai luhur yang tercermin dalam sikap dan perbuatan, yang antara lain saling menghormati dan saling menghargai, memiliki rasa kebersamaan, empati, dan sebagainya (BNSP, 2010: 30). Dalam abad ini masing-masing ilmu tidak lagi harus bekerja sendiri, melainkan berbagai cabang ilmu dapat bekerja sama, bukan hanya dalam sesama kelompok sains, teknologi, atau sains sosial dan humaniora saja, melainkan dalam banyak hal antara beberapa kelompok. Kata kunci dalam pendidikan ini adalah kemandirian.
slah satu cara agar membentuk masyarakat yg berpengetahuan dan terampil adalah Seorang siswa hendaknya tidak gagap dalam teknologi, lalu bagaimana kita menyikapi sekolah pelosok yg belum memiliki sarana dan prasarana yg mendukung hal2 tersebut? Mohon tanggapannya bu lena
BalasHapusAssalamualaikum
BalasHapusSaya menyakan kan pada abad ke 21 ini adakah dampak positif dan negatif nya terhadap perkembangan pendidikan saat ini.
tentunya ada.. dampak positifnya, siswa lebih berkemajuan. sedangkan dampak negatifnya, apabila cara pembelajaran di abad 21 disalahgunakan, maka akan bertampek negatif.
HapusBalitbang Pusat Penelitian Kebijakan Dan Inovasi Pendidikan (PUSJAKNOV) tahun 2013 memberikan pandangan terhadap implementasi dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah(Problem Based Learning), model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning), dan model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery Inquiry Learning). artinya ada model lain yang dapat digunakan model inquiry dan discovery.
BalasHapusdegan adanya interaksi antara guru, siswa, serta lingkungan sekolah untuk mewujudkan cita-cita bangsa.
Salam
Agung Laksono
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusTerima kasih artikelnya menarik.
Saya ingin menanyakan kepada saudari karlena.anggap saja saudari adalah seorang pendidik, apakah d sekolah saudari sudah menerapkan pembelajaran seperti abad 21 ini.kalau sudah apa apa saja kendala yang dihadapi dalam pembelajaran abad 21??
sudah, di sekolah saya sudah berangsur menerapkan pembelajaran seperti di abad 21. tentunya memiliki sedikit kendala, mengingat segala sesuatu untuk hal kemajuan tentunya butuh proses.
Hapus